PERTEMUAN PRAMUKA

1.SIAGA
Jenis Pertemuan : Pesta Siaga

2.PENGGALANG
Jenis Pertemuan :
-Jambore
-Lomba Tingkat
-Gladian Pemimpin Regu (Dian Pinru)
-Gladian Pemimpin Sangga

3.PENEGAK
Jenis Pertemuan :
-Raimuna
-Kanira
-Muspopanitera

4.PANDEGA
Jenis Pertemuan : Perkemahan Wirakarya (PW)

SATUAN KARYA PRAMUKA ( SAKA )

Satuan Karya Pramuka ( SAKA ) adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan meningkatkan pengetahuan, kemampuan, keterampilan dan pengalaman Pramuka dalam bidang kejuruan serta memotivasi mereka untuk melaksanakan kegiatan nyata dan produktif sehingga dapat memberi bekal bagi kehidupannya, serta bekal pengabdiannya kepada masyarakat , bangsa dan negara, sesuai dengan aspirasi pemuda indonesia dan tuntutan perkembangan pembangunan dalam rangka peningkatan ketahanan nasional.

Ada 8 Satuan Karya Pramuka ( SAKA ) yang ada dalam Gerakan Pramuka, yaitu :

1.Saka Bahari; Bidang Kelautan.
2.Saka Bakti Husada; Bidang Kesehatan.
3.Saka Bhayangkara; Bidang Kepolisian.
4.Saka Dirgantara; Bidang Keudaraan.
5.Saka Kencana; Bidang Kependudukan.
6.Saka Taruna Bumi; Bidang Pertanian.
7.Saka Wana Bakti. Bidang Kehutanan.
8.Saka Wirakartika. Bidang TNI AD

Pembina Satuan Karya Pramuka disebut PAMONG SAKA. Setiap Satuan Karya mempunyai satuan – satuan yang lebih kecil yang disebut KRIDA. Pamong Saka, tidak harus Gerakan Pramuka, tetapi setiap anggota masyarakat yang dianggap mampu dan ahli dalam bidang-bidang SAKA, misal guru, dokter, polisi, tentara, pelaut, penyuluh KB, polisi hutan,dsb. Orang – orang tersebut dapat disebut Instruktur Saka.

untuk mengetahui SAKA LEBIH LANJUT SILAKKAN KLIK INI

http://id.wikipedia.org/wiki/Satuan_Karya_%28Pramuka%29

TANDA PENGENAL

Tanda pengenal dalam Gerakan Pramuka dapat di bagi ke dalam beberpa kelompok, seperti terdapat di bawah ini.
1.UMUM
Contoh :
-Tutup kepala
-Tanda pelantikan
-Tanda harian
-Tanda kepramukaan sedunia

2.SATUAN
-Tanda barung
-Tanda regu
-Tanda sangga
-Tanda gudep
-Tanda Kwartir
-Tanda krida / saka
-Lencana daerah / wilayah

3.JABATAN
-Tanda pemimpin & wakil pemimpin barung
-Tanda pemimpin & wakil pemimpin regu
-Tanda pemimpin & wakil pemimpin sangga
-Tanda pembina
-Tanda pembantu pembina
-Tanda andalan
-Tanda pelatih
-Tanda pamong saka / tanda dewan kerja

4.KECAKAPAN
-Tanda Kecakapan Umum (TKU)
S : mula – bantu – tata
G : ramu – rakit – terap
T : bantara – laksana
D : pandega
Pembina : Mahir Dasar & Lanjutan
-Tanda Kecakapan Khusus (TKU)
S : 1 Tingkat (Segitiga, dengan warna bingkai hijau)
G : 3 Tingkat (warna bingkai merah)
T : 3 Tingkat (warna bingkai kuning)
Instruktur : Muda & Dewasa
Pelatih : Dasar (KPD) & Lanjutan (KPL)
PRAMUKA GARUDA

5.KEHORMATAN
-Tanda penghargaan
-Bintang Tahunan
-Bintang Wiratama
-Bintang Teladan
-Bintang Pancawarsa
-Bintang Dharma Bakti
-Bintang Melati
-Bintang Tunas Kelapa

SISTEM AMONG

Sistem Among adalah cara pelaksanaan pendidikan dalam Gerakan Pramuka. Sitem Among adalah hasil pemikiran Raden Mas Suwardi Suryaningrat atau dikenal sebagai Ki Hajar Dewantara, bapak pendidikan dan pendiri Perguruan Taman Siswa.

Ki Hajar Dewantara, menjabat Menteri Pendidikan pada Kabinet RI pertama. KI Hajar Dewantara lahir pada tanggal 2 Mei 1889 dan wafat pada tanggal 28 April 1959.

Kata Among berarti mengasuh, memelihara atau menjaga. Dan orang yang melakukannya disebut PAMONG. Sistem Among tampak jelas pada kalimat “ ING NGARSO SUNG TULODO, ING MADYA MANGUN KASRO, TUT WURI HANDAYANI “ yang artinya “ DI DEPAN MEMBANGUN / MELAKSANAKAN, DAN DI BELAKANG MEMBERI DORONGAN / BANTUAN KE ARAH MANDIRI”.

(1) Pendidikan dalam Gerakan Pramuka ditinjau dari hubungan antara pembina dengan anggota muda dan anggota dewasa muda menggunakan sistem among.

(2) Sistem Among berarti mendidik anggota Gerakan
Pramuka menjadi insan merdeka jasmani, rokhani, dan pikirannya, disertai rasa tanggungjawab dan kesadaran akan pentingnya bermitra dengan orang lain.

(3) Sistem among mewajibkan anggota dewasa Gerakan Pramuka melaksanakan prinsip-prinsip kepemimpinan sebagai berikut:
a. Ing ngarso sung tulodo maksudnya di depan menjadi teladan;
b. Ing madyo mangun karso maksudnya di tengah membangun kemauan;
c. Tut wuri handayani maksudnya dari belakang memberi dorongan dan pengaruh yang baik ke arah kemandirian.

(4) Dalam melaksanakan tugasnya anggota dewasa wajib bersikap dan berperilaku berdasarkan:
a. Cinta kasih, kejujuran, keadilan, kepatutan, kesederhanaan, kesanggupan berkorban dan rasa kesetiakawanan sosial.
b. Disiplin disertai inisiatif dan tanggungjawab terhadap diri sendiri, sesama manusia, negara dan bangsa, alam dan lingkungan hidup, serta bertanggung-jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa.

(5) Hubungan anggota dewasa dengan anggota muda dan anggota dewasa muda merupakan hubungan khas, yaitu setiap anggota dewasa wajib memperhatikan perkembangan anggota muda dan anggota dewasa muda secara pribadi agar perhatian terhadap pembinaannya dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan kepramukaan.

(6) Anggota Dewasa berusaha secara bertahap menyerahkan pimpinan kegiatan sebanyak mungkin kepada anggota dewasa muda, sedangkan anggota dewasa secara kemitraan memberi semangat,dorongan dan pengaruh yang baik.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.